Search

Type your search keyword, and press enter

Suatu Pesan

Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja dan pekerjaan untuk keabadian.
By : Pramoedya Ananta Toer.

Jumat, 15 Januari 2016

Sepotong Hati di Segelas Milkshake Coklat (Bagian Tiga)

               23 comments   
Bagian Satu: http://wulankadek.blogspot.co.id/2016/01/sepotong-hati-di-segelas-milkshake.html

Bagian Dua: http://cacatanichahairunnisa.blogspot.co.id/2016/01/sepotong-hati-di-segelas-milkshake.html
 
Note: Maafken, Adminnya, Darma, memang sombong nggak bisa balas balasin komen kalian. Namun, jangan sungkan berikan saran dan kritik yang membangun dari tulisan kami. Hormat kami WIDY. (Wulan, Icha, Darma, Yoga)


***

Sebelum meninggalkan WIDY cafe, dari motornya Agus menatap ke arah kafe itu lagi untuk sesaat. Sedikit menyesal kenapa harus buru-buru pergi dari tempat itu. Tempat yang mempertemukan dirinya dengan seorang gadis lucu. Gadis yang membuat dirinya rela berbohong bilang ada janji dengan teman, padahal Agus hanya belum siap untuk mengenal Mei lebih dekat.

Maaf Mei. Sepertinya aku masih betah jadi pengagum dalam diammu, ucapnya dalam hati.


***


Dua minggu setelah pertemuan itu, Agus jadi lebih sering bermain ke WIDY cafe. Agus bermain tidak kenal waktu. Selain ia menjadwalkan dirinya pada hari Rabu untuk ke kafe WIDY di jam-jam saat ia berjumpa dengan Mei kala itu, Agus juga selalu bolak-balik ke kafe tiap satu jam pelajaran mata kuliah selesai. Bahkan, Agus pernah sesekali tidak masuk kuliah lalu nongkrong seharian di WIDY cafe dengan harapan dapat bertemu Mei.
Namun, usaha yang Agus lakukan di dua minggu itu nihil. Agus sama sekali tidak bertemu dengan Mei di kafe itu. Tapi, seorang Agus ialah tipe orang yang tidak mudah berputus asa, ia tetap melakukan ritual jemput bola ke kafe setiap harinya.
Setiap Agus melakukan ritual jemput bolanya, ia selalu tergesa-gesa menuruni tangga dan berlarian di lobi kampus. Agus sangat berbesar harap untuk bertemu dengan Mei lagi. Namun, lagi-lagi yang diharapkan Agus pun belum terwujud.

***


Harapan gue sirna. Gak mungkin kayaknya kalo kebetulan itu dateng lagi. Tapi, selama dua minggu ini lu ke mana, Mei? Batin Agus bertanya-tanya.
Sepertinya Agus mulai rindu akan sosok Mei.
Wanita yang sebelumnya hampir tidak pernah absen ngopi dan membaca buku di Widy Cafe, kini justru menghilang tanpa jejak.
Agus duduk dan melamun lama di bangku yang berada di lorong kampus di area fakultasnya, Fakultas Ekonomi.
Ya, Agus ialah seorang mahasiswa jurusan Manajemen. Meskipun dirinya masih belum bisa me-manage apa pun dengan baik. Namun, ia telah memilih jurusan tersebut. Jurusan yang kini membuat dirinya perlahan-lahan dapat berkomunikasi atau berinteraksi dengan baik.
Karena sebelumnya, ia memang tidak banyak bicara. Ia lebih sering diam, selalu menyendiri, dan sulit bergaul.
Di jurusan Manajemen ini, Agus mendapatkan banyak ilmu. Salah satunya harus dapat berkomunikasi dan menjalin hubungan baik dengan klien. Ya, seorang manajer yang baik pasti memiliki kemampuan itu.

Seandainya aja gue bisa bertemu Mei lagi, gue berjanji untuk tidak grogi seperti kejadian waktu itu. Agus berkata dalam hati. Berjanji kepada dirinya sendiri.

"Agus, kan, ya?" sahut seseorang.
Suara lembut itu membuyarkan lamunannya. Agus tidak percaya akan sosok yang hadir di hadapannya. Dia adalah Mei. Gadis yang ia harap-harapkan datang selama dua minggu ini.

Ya Tuhan, ada bidadari. Apa sekarang gue udah di surga?
Agus takjub beberapa saat, hingga ia pun sadar kembali saat Mei memanggilnya untuk kedua kalinya.
“Gus?”

"E-ehh, elu. Ngapain di sini?" tanya Agus. Pertanyaan yang sangat bodoh.

Untung saja Mei tidak menjawab, "Oh... ini ada tugas dari dosenku. Disuruh bakar Fakultas Ekonomi."

"Gue kuliah di sinilah," jawab Mei. "Menurut lu emang gue lagi ngapain? Haha," lanjutnya.

"Loh, berarti kira satu kampus, ya?" tanya Agus. Lagi-lagi pertanyaan yang keluar dari mulut Agus sangat bodoh.

Tadi gue udah janji supaya gak grogi. Kenapa sekarang malah bertingkah bloon lagi? Bego amat gue! Agus mencela dirinya sendiri dalam hati.

"Sepertinya begitu."

"Oiya, duduk sini, Mei. Berdiri terus gak pegel?" kata Agus meledek.
"Gue mau langsung ke Widy Cafe, sih. Lu mau ke sana juga gak?" ajak Mei.
Tanpa berpikir panjang, Agus segera bangkit dari tempat duduknya. Berjalan bersama Mei menuju tempat favoritnya.
Dan selama perjalanan menuju Widy cafe, mereka berdua mulai membicarakan beberapa hal. Di antaranya: mengenai perkuliahan. Topik yang paling mudah untuk diulas.


BERSAMBUNG

***

Untuk cerita selanjutnya silakan lari ke Blognya Yoga. Kemungkinan hari Minggu akan di posting lanjutan ceritanya atau bisa lebih cepat.

23 komentar:

  1. yahh bersambung pulak.. asyeek akhirnya bisa bareng si agus yang udah nunggu-nunggu dua minggu.

    BalasHapus
  2. wah singkat banget ceritanya ya haha

    Oh agus anak FE. gue tau nih siapa yang ngusulin si Agus jadi anak menejemen haha

    BalasHapus
  3. Wih udah keluar nih ..
    Satu kampus pula Agus sama Mey ..
    Sayang banget ceritanya agak kecepetan bersambungnya .. padahal lebih seru kalo pas ada cerita yang menyulut ke konflik, baru deh bersambung .. IMHO aja sih .. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih masukannya, Ka. Semoga ke depannya bisa diperbaiki :))

      *noted*

      Hapus
  4. 2 minggu nunggu ya.. Sampe janji gak grogi segala tapi malah betingkah bloon huahahaaa...

    Oke ditunggu kelanjutannya.. :-)

    BalasHapus
  5. Beh, nunggu nya lumayan juga, 2 minggu.

    Entah kenapa kalo lagi suka sama orang, kita selalu sebut dia itu 'bidadari'. Kenapa ya? Hahahaha :D

    BalasHapus
  6. Aciyeeeh udah bagian tiga aja nih. :P

    Ditunggu kelanjutannya qaqaa

    BalasHapus
  7. Asiiik Darma keren! Sempet-sempetnya publish ini di tengah kesibukan syuting (baca: skripsi). Yuhuuuuu~

    BalasHapus
  8. Jadi cuman gitu doang, hauahaha

    nih nanti kayanya jalan ceritranya bisa kebaca sih, Si Agus kalau jadian sama Mei nanti ada pihak ketiga atau kalau ditolak si Agus baper huahahaha *sotoy* eh coba jangan bahas soal dua sejoli dulu deh itu keknya klasik banget gue udah baca bag 3 nih.

    kalau bisa karakter Icha di keluarin di Widy, cewek mesum2 gitu, selama gue baca sih ini karakternya Yoga banget.

    BalasHapus
  9. ah ilah kayaknya gue kalo naksir cewek, si cewek enggak bakalan segampang itu deh ngedeket.... ah ilah andai kehidupan semudah itu


    Cerita ini itu dari empat kepala ya? Bahasanya kira2 sama ga ya tiap bagian

    AKU KONSISTEN KOMEN DI SEMUA BLOG BEGITU ahaha

    BalasHapus
  10. Makin seru aja nih kisah si Agus dan Mei. Langsung baca ini pas tadi lihat di dasbor ada cerpen Widy terbaru blog Yoga.

    BalasHapus
  11. bisa kaya siluman gitu si Mei, tiba-tiba muncul.

    BalasHapus
  12. Eya, udah mulai jalan bareng gitu ke kafe WIDY nya. Boncengan juga gak tuh bang? haha.

    Skenario yang semakin menarik nih.
    Baru tau yang ketiga udah keluar dari blog bang Yoga. Makanya udah saya follow ya Bang Darma blognya hehehe.

    BalasHapus
  13. sepertinya begitu... ternyata mei juga tidak sepintar yang kita kira... grogi juga doi

    BalasHapus
  14. Ciee Agus akhirnya ketemu si Mei. Sekampus pula ternyata. Semoga sambungannya nggak ngehe yaa. Diajak ke WIDY Cafe tapi ternyata malah kopdar sama pacarnya Mey yang udah disitu duluan. Huaah :'v

    BalasHapus
  15. Agus sekampus sama Mei. Ya Allah, akhirnya mereka ketemu juga *ngelap ingus*

    Anjaaay, kebiasaan Agus sering banget gue lakuin di sekolah. Ngarep ketemu orang yang pernah gue suka di kantin. Huhuhu :')

    BalasHapus
  16. waduh. untung banget si agus bisa di tegur bidadari langsung hehe... kapan ya gue kayak gitu

    akhirnya gue sdh baca bagian 2 dan 3 . skrg lanjut ke bang yoggas haha

    BalasHapus
  17. ga sia2 lu gus nunggu si mei 2 minggu
    padahal selams dua minggu itu si mei jalan2 loh sama gw gus
    sorry gus

    BalasHapus
  18. Gua baru tahu bagian ketiga ini dari blognya Yoga. Untung mampir kesini, jadi bisa baca runut tiap episodenye hehe.

    Wah, mantap... si Agus ternyata anak FE. Hidup fakultas ekonomi :D
    Dua minggu nungguin si Mei dan akhirnya malah ketemu di kampus sendiri, plus mendapat fakta bahwa si Mei ternyata satu kampus sama si Agus. Tinggal si Agusnya yang mesti berani take action. Kira-kira, kalo si Mei ngga nyapa duluan, si Agus berani nyapa duluan ngga ya? :p

    Oke, ternyata panggung drama kembali ke Widy cafe lagi di bagian keempat nih.

    BalasHapus
  19. Yuhuuuuu. Akhirnya Agus ketemu lagi sama si Mei.

    Baru selese bacain yang part 1, 2, 3. Pffft. Ketinggalan jaman sekali saya ini.

    BalasHapus
  20. Telat banget baru baca. Hehe, sorry~
    Ceritanya kecepetan. Dan kurang greget pas nunjukin kejutan yang ternyata Mei dan Agus satu kampus. Tapi keseluruhan bagus. Menghibur~ ^^ Langsung ke blog Yoga, deh~

    BalasHapus
  21. Pendek banget ya yang kali ini? :o

    BalasHapus